Kamis, 02 Februari 2012

DEFENISI DAN JENIS PENELITIAN


1.      DEFENISI PENELITIAN

·         Menurut David H Penny, Penelitian adalah pemikiran yang sistematis mengenai berbagai jenis masalah yang pemecahannya memerlukan pengumpulan dan penafsiran fakta-fakta.
·         Menurut J. Suprapto, Penelitian adalah penyelidikan dari suatu bidang ilmu pengetahuan yang dijalankan untuk memperoleh fakta-fakta atau prinsip-prinsip dengan sabar, hati-hati, serta sistematis.
·         Menurut Sutrisno Hadi, Sesuai dengan tujuannya, penelitian dapat diartikan sebagai usaha untuk menemukan, mengembangkan dan menguji kebenaran suatu pengetahuan.
·         Menurut Mohammad Ali, Penelitian adalah suatu cara untuk memahami sesuatu melalui penyelidikan atau usaha mencari bukti-bukti yang muncul sehubungan dengan masalah itu, yang dilakukan secara hati-hati sekali sehingga diperoleh pemecahannya.
·         Menurut Tuckman mendefinisikan penelitian (research) : a systematic attempt to provide answer to question yaitu penelitian merupakan suatu usaha yang sistematis untuk menemukan jawaban ilmiah terhadap suatu masalah. Sistematis artinya mengikuti prosedur atau langkah-langkah tertentu. Jawaban ilmiah adalah rumusan pengetahuan, generaliasi, baik berupa teori, prinsip baik yang bersifat abstrak maupun konkret yang dirumuskan melalui alat- primernya, yaitu empiris dan analisis. Penelitian itu sendiri bekerja atas dasar asumsi, teknik dan metode.

2.      JENIS – JENIS PENELITIAN
·         Berdasarkan Manfaat Penelitian
a.       Penelitian Murni
Penelitian ini merupakan penelitian yang manfaatnya dirasakan untuk waktu yang lama. Lamanya manfaat ini lebih karena kebutuhan peneliti sendiri. Penelitian murni juga mencakup penelitian-penelitian yang dilakukan dalam rangka akademis.
Contoh yang paling nyata adalah penelitian untuk skripsi, tesis atau disertasi. Karena penelitian murni ini lebih ini banyak digunakan di lingkungan akademik, penelitian tersebut memiliki karakteristik yaitu penggunaan konsep-konsep abstrak. Penelitian murni biasanya dilakukan dalam kerangka pengembangan ilmu pengetahuan. Umumnya hasil penelitian murni memberikan dasar untuk pengetahuan dan pemahaman yang dapat dijadikan sumber metode, teori, dan gagasan yang dapat diaplikasikan pada penelitian selanjutnya. Karena penelitian murni lebih banyak ditunjukkan bagi pemenuhan keinginan atau kebutuhan peneliti, umumnya peneliti memiliki kebebasan untuk menentukan permasalahan apa yang akan ia teliti. Fokus penelitian ada pada logika dan rancangan penelitian dibuat oleh peneliti sendiri.
b.      Penelitian Terapan
Berbeda dengan penelitian murni, pada penelitian ini, manfaat dari hasil penelitian dapat segera dirasakan oleh berbagai kalangan. Penelitian terapan biasanya dilakukan untuk memecahkan masalah yang ada sehingga hasil penelitian harus segera dapat diaplikasikan.
Banyak contoh tentang penelitian terapan, seperti misalnya bentuk penelitian pemasaran. Hasil dari penelitian harus bisa memberikan gambaran kepada perusahaan mengenai produk apa yang gagal di pasaran, serta berbagai solusi yang bisa digunakan untuk mengatasi masalah yang ada di perusahaan. Karena penelitian terapan ini digunakan untuk segera mengatasi masalah yang ada, konsep-konsep yang operasional dan bukan konsep yang abstrak. Bahkan secara ekstrim dikatakan bahwa penelitian terapan cenderung tidak (mengabaikan) menggunakan teori dalam penyusunan rancangan penelitiannya. Sering kali diidentikkan bahwa penelitian terapan adalah penelitian yang menggunakan sponsor. Secara umum penelitian terapan memang merupakan penelitian yang diminta oleh pihak lain kepada peneliti sehingga peneliti tidak lagi memiliki kebebasan untuk menentukan permasalahan apa yang akan diteliti. Fokus penelitian ditunjukkan dari hasil penelitian , apakah dapat digunakan untuk memecahkan masalah yang ada atau tidak, namun tidak jarang juga penelitian terapan dilakukan justru untuk menemukan  masalah-masalah yang ada di pihak yang meminta penelitian  (sponsor).
·         Berdasarkan Tujuan Penelitian
a.       Penelitian Eksploratif
Penelitian ini dilakukan untuk menggali suatu gejala yang relative masih baru. Dapat dikatakan bahwa ada suatu fenomena atau gejala yang selama ini belum pernah diketahui atau dirasakan.
Contohnya adalah penelitian tentang virus baru
Tujuan penelititan eksploratif adalah mengembangkan gagasan dasar mengenai topic yang baru dan memberikan dasar bagi penelitian lanjutan.
b.      Penelitian Deskriptif
Penelitian ini dilakukan untuk memberikan gambaran yang lebih detail mengenai suatu gejala atau fenomena. Hasil akhir dari penelitian ini biasanya berupa tipologi atau pola-pola mengenai fenomena yang sedang dibahas.
Penelitian ini bisa dikatakan sebagai kelanjutan dari penelitian deskriptif.
Tujuan dari penelitian deskriptif adalah menggambarkan mekanisme sebuah proses dan menciptakan seperangkat kategori atau pola.
c.       Penelitian Eksplanatif
Penelitian ini dilakukan untuk menemukan penjelasan tentang mengapa suatu kejadian atau gejala yang terjadi. Hasil akhir dari penelitian ini adalah gambaran mengenai hubungan sebab akibat.
Tujuan dari penelitian eksplanatif adalah menghubungkan pola-pola yang berbeda namun memiliki keterkaitan dan menghasilkan pola hubungan sebab akibat
·         Berdasarkan Dimensi Waktu
1.      Penelitian Cross Sectional
Penelitian ini adalah penelitian yang dilakukan dalam satu waktu tertentu. Penelitian ini hanya digunakan dalam waktu tertentu dan tidak akan dilakukan dalam waktu tertentu, dan tidak akan dilakukan penelitian lain di waktu yang berbeda untuk di perbandingkan.
Contoh: peneliti mencatat kemampuan berpikir sejak anak duduk di kelas I. berturut-turut setiap tahun perkembangan tersebut dicatat sampai kelas VI. Yang perlu diperhatikan adalah waktu pencatatan dilakukan. Apabila peneliti melakukan pencatatan pertama pada bulan Juni, maka pencatatan berikutnya juga harus dilakukan pada bulan yang sama.

2.      Penelitian Longitudinal
Penelitian jenis ini dilakukan antar waktu. Dengan demikian setidaknya terdapat dua kali penelitian dengan topic atau gejala yang sama, tetapi dilakukan dalam waktu yang berbeda. Ingat bahwa tidak berarti jika ada dua penelitian yang dilakukan dalam waktu yang berbeda dengan topic yang sama selalu dikategorikan ke dalam penelitian longitudinal. Tetapi ada kata kunci yang harus di pegang yaitu adanya upaya perbandingan antara hasil penelitian dengan kata lain penelitian longitudinal sudah direncanakan sejak awal penelitian, dan bukan secara kebetulan terjadi.
·         Berdasarkan Teknik Pengumpulan Data
1.      Penelitian Survei
Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan kuesioner sebagai instrument penelitian. Kuesioner merupakan lembaran yang berisi beberapa pertanyaan  dengan struktur yang baku. Dalam pelaksanaan survey kondisi penelitian tidak dimanipulasi oleh peneliti.
2.      Penelitian Eksperimen
Penelitian ini dapat dilakukan didalam alam terbuka dan juga di ruang tertutup. Dalam penelitian eksperimen kondisi yang ada dimanipulasi oleh peneliti sesuai dengan kebutuhan peneliti. Dalam kondisi yang telah dimanipulasi ini biasanya dibuat dua kelompok yaitu kelompok control dan kelompok pembanding. Kepada kelompok control akan diberikan treatment atau stimulus tertentu  sesuai dengan tujuan penelitian.
3.      Analisis Isi
Penelitian ini dilakukan bukan kepada orang tetapi lebih kepada symbol, gambar, film, dan sebagainya. Pada material yang dianalisis misalnya surat kabar dihitung beberapa kali tulisan tentang topic tertentu muncul lalu dengan alat bantu statistic dihitung.
4.      Penelitian lapangan
Penelitian ini bisa dimulai dengan perumusan permasalah yang tidak terlalu baku. Instrumen yang digunakan juga hanya berisi tentang pedoman wawancara. Pedoman wawancara ini dapat berkembang sesuai dengan kondisi yang ada di lapangan
5.      Analisis Wacana
Peneliti ini serupa dengan analisis wacana hanya saja bukan frekuensi tampilan dari topic tertentu yang dipilih dalam material yang sudah ditentukan. Tetapi lebih jauh mengaitkan topic tersebut pada setting atau kondisi yang muncul bersamaan atau melatarbelakangi topic tersebut.
6.      Perbandingan Sejarah
Penelitian ini bertujuan mengumpulkan data dan menjelaskan aspek-aspek kehidupan social yang terjadi di masa lalu. Penelitian ini sebaiknya difokuskan pada satu periode sejarah, beberapa kebudayaan berbeda, atau juga kombvinasi antara periode sejarah dengan kebudayaan yang berbeda.
·         Berdasarkan Hasil yang diperoleh
1.      Basic Research (Penelitian Dasar): mempunyai alasan intelektual, dalam rangka pengembangan ilmu pengetahuan
2.      Applied Reseach (Penelitian Terapan) :  mempunyai alasan praktis, keinginan untuk mengetahui; bertujuan agar dapat melakukan sesuatu yang lebih baik, efektif, efisien.

·          Berdasarkan Bidang Ilmu
1.      Penelitian Sosial : secara khusus meneliti bidang social seperti ekonomi, hokum dan lain-lain
2.      Penelitian Eksakta : secara khusus meneliti bidang eksakta seperti kimia, fisika, teknik dan lain-lain.
·         Berdasarkan tempat penelitian
1.      Field Research (Penelitian Lapangan / Kancah): langsung di lapangan
2.      Library Research (Penelitian Kepustakaan) : Dilaksanakan dengan menggunakan literatur (kepustakaan) dari penelitian sebelumnya
3.      Laboratory Research (Penelitian Laboratorium) : dilaksanakan pada tempat tertentu / lab , biasanya bersifat eksperimen atau percobaan;
·         Berdasarkan Keilmiahan
1.      Penelitian Ilmiah   : Menggunakan kaidah-kaidah ilmiah (Mengemukakan pokok-pokok pikiran, menyimpulkan dengan melalui prosedur yang sistematis dengan menggunakan pembuktian ilmiah / meyakinkan. Ada dua kriteria dalam menentukan kadar / tinggi-rendahnya mutu ilmiah suatu penelitian yaitu :
o   Kemampuan memberikan pengertian ayng jelas tentang masalah yang diteliti:
o   Kemampuan untuk meramalkan : sampai dimana kesimpulan yang sama dapat dicapai apabila data yang sama ditemukan di tempat / waktu lain;
2.      Penelitian non ilmiah :  Tidak menggunakan metode atau kaidah-kaidah ilmiah
·         Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif
No.
Penelitian Kuantitatif
Penelitian Kualitatif
1.
Kejelasan Unsur :
Tujuan, pendekatan, subjek, sampel,
Sumber data sudah mantap, rinci sejak awal.
Subjek sampel, sumber data tidak mantap
dan rinci, masih fleksibel, timbul dan berkembangnya sambil jalan (emergent).
2.
Langkah penelitian :
Segala sesuatu direncanakan sampai
matang ketika persiapan disusun.
Baru diketahui denagn mantap dan jelas setelah penelitian selesai.
3.
Hipotesis (Jika memang perlu)
    1. Mengajukan hipotesis yang akan diuji dalam penelitian;
    2. Hipotesis menentukan hasil yang diramalkan priori
Tidak mengemukakan hipotesis sebelumnya, tetapi dapat lahir selama penelitian berlangsung— tentatif
Hasil penelitian terbuka
4.
Desain :
Dalam desain jelas langkah-langkah penelitian dan hasil yang diharapkan.
Disain penelitiannya fleksibel dengan langkah dan hasil yang tidak dapat dipastikan sebelumnya.
5.
Pengumpulan data :
Kegiatan dalam pengumpulan data memungkinkan untuk diwakilkan.
Kegiatan pengumpulan data selalu harus dilakukan sendiri oleh peneliti.
6.
Analisis data :
Dilakukan sesudah semua data terkumpul.
Dilakukan bersamaan dengan pengumpulan data.
7.
Dapat menggunakan sampel, dan hasil penelitiannyadiberlakukan untuk populasi
Tidak dapat menggunakan pendekatan populasi dan sampel. Istilah yang digunakan adalah setting. Hasil penelitiannya hanya berlaku bagi setting yang bersangkutan.


3.      CIRI – CIRI PENELITAN
Ciri-ciri penelitian ilmiah:
1.      Purposiveness : Fokus tujuan yang jelas
2.      Rigor : Teliti, memiliki dasar teori dan disain metodologi yang baik
3.      Testibility : Prosedur pengujian hipotesis jelas
4.      Replicability  : Pengujian dapat diulang untuk kasus yang sama atau yang sejenis
5.      Objectivity  : Berdasarkan fakta dari data aktual, tidak subjektif dan emosional
6.      Generalizability  : Semakin luas ruang lingkup penggunaan hasilnya semakin berguna
7.      Precision  : Mendekati realitas dan confidence peluang kejadian dari estimasi dapat dilihat
8.      Parsimony  : Kesederhanaan dalam pemaparan masalah dan metode penelitiannya
·         Ciri- ciri pokok Penelitian Kualitatif
1
Naturalistic inquiry
Mempelajari situasi dunia nyata secara alamiah, tidak melakukan manipulasi,; terbuka pada apapun yang timbul.
2
Inductive analysis
Mendalami rincian dan kekhasan data guna menemukan  kategori, dimensi, dan kesaling hubungan.
3
Holistic perspective
Seluruh gejala yang dipelajari dipahami sebagai sistem yang kompleks lebih dari sekedar penjumlahan bagian-bagiannya.
4
Qualitative data
Deskripsi terinci, kajian/inkuiri dilakukan secara mendalam.



5
Personal contact and insight
Peneliti punya hubungan langsung dan bergaul erat dengan orang-orang, situasi dan gejala yang sedang dipelajari.
6
Dynamic systems
Memperhatikan proses; menganggap perubahan bersifat konstan dan terus berlangsung baik secara individu maupun budaya secara keseluruhan
7
Unique case orientation
Menganggap setiap kasus bersifat khusus dan khas
8
Context Sensitivity
Menempatkan temuan dalam konteks sosial, historis dan waktu
9
Emphatic Netrality
Penelitian dilakukan secara netral agar obyektif tapi bersifat empati
10
design flexibility
Desain penelitiannya bersifat fleksibel, terbuka beradaptasi sesuai perubahan yang terjadi (tidak bersifat kaku)

Selasa, 22 Februari 2011

PENDIDIKAN ITU MEMANG BETUL-BETUL BERHARGA


POTRET BURAM PENDIDIKAN INDONESIA

Pendidikan memang sangat berpengaruh bagi kehidupan kita sekarang dan masa depan nantinya. Dengan pendidikan kita bisa menjadi lebih dewasa dan lebih siap untuk menghadapi tantangan kehidupan yang mungkin akan penuh dengan persaingan yang ketat.
Bagaimana dengan Indonesia? Apa yang terjadi dengan pendidikan di Indonesia?
Bagi kita yang mengenyam pendidikan dari SD bahkan sampai ke jenjang Universitas sekarang mungkin tidak begitu terasa bagi kita. Namun jika kita lihat di sekeliling kita, di daerah-daerah terpencil bahkan di Ibukota sekalipun banyak sekali kejadian-kejadian tentang pendidikan yang sangat memprihatinkan.
Dari cuplikan video ini saja, digambarkan bagaimana susahnya memperoleh pendidikan yang layak. Biaya sekolah yang begitu mahal menjadi salah satu penyebabnya. Banyak anak-anak yang berasal dari keluarga yang kurang mampu mempunyai angan-angan yang tinggi untuk bersekolah. Tapi apalah daya mereka, biaya pendidikan yang mahal membenamkan cita-cita mereka. Selain itu, ada anak-anak yang berasal dari keluarga yang kurang mampu yang berusaha sekuat tenaga untuk bersekolah, tapi di tengah jalan mereka terpaksa harus menghentikan sekolah mereka hanya karena alasan biaya.
Lain halnya lagi dengan anak-anak yang berasal dari keluarga yang cukup mampu bahkan kaya. Mereka bisa bersekolah disekolah bagus dan mahal, tapi mereka tidak belajar dengan serius dan baik. Mereka hanya menganggap bahwa sekolah itu hanya tempat bermain, mengisi waktu dan bertemu dengan teman-teman. Mereka lupa untuk apa tujuan mereka ke sekolah sebenarnya. Akibatnya banyak siswa siswi yang terlibat tawuran, narkoba, bahkan freesex. Sehingga tidak aneh Indonesia berada di urutan 110 dari 179 negara yang memiliki kualitas pendidikan yang rendah.
Kalau generasi muda penerus bangsa Indonesia kita seperti ini. Apa yang akan terjadi di negara kita esok harinya. Mau di bawa kemana negara kita ini?
Tidak bisa kita pungkiri, pemerintah sudah melakukan banyak usaha untuk memajukan pendidikan di negara kita. Namun bisa dilihat sendiri, usaha-usaha yang dilakukan oleh pemerintah tersebut belum membuahkan hasil yang meyakinkan. Bermacam model kurikulum sudah dicoba untuk diterapkan seperti KBK dan KTSP. Namun hasilnya belum bisa kita lihat juga.
Apakah ada solusi yang lain untuk masalah seperti ini? Apakah ada yang harus kita rubah dari sistem pendidikan kita sekarang ini?
Jawabannya tentulah ada. Selama ini kita telah mencoba berbagai macam bentuk kurikulum dan pendidikan. Apa salahnya kita juga mencoba sistem yang belum pernah kita coba sebelumnya yakni sistem pendidikan Islam. Bukan maksud untuk menjadikan generasi kita sebagai kelinci percobaan, tapi kalau tidak pernah kita coba maka kita tidak akan tahu hasilnya.
Bagaimanakah sistem pendidikan Islam itu?
Sistem pendidikan Islam adalah sistem pendidikan yang berlandaskan kepada ajaran Islam yakni Al Quran dan Hadits. Namun Sistem pendidikan ini tidak hanya bisa digunakan untuk umat Islam saja, tapi bisa digunakan untuk seluruh umat. Secara umum sistem pendidikan Islam lebih menekankan kepada nurani dan tingkah laku peserta didik tanpa meninggalkan ilmu pengetahuan. Dengan sistem pendidikan Islam, siswa tidak hanya pintar dalam IPTEK tapi juga bisa bersikap, sehingga bisa mempraktekkan ilmunya dengan baik dan benar. Tidak seperti pejabat-pejabat negara dan oknum-oknum tidak bertanggung jawab, yang dengan mudahnya memakan uang rakyat.
Selain itu generasi-generasi muda kita sekarang haruslah dipompa semangatnya untuk maju dan memajukan bangsa ini. Sehingga dimanapun mereka bersekolah, disekolah berkualitas bagus ataupun tidak, mereka tetap terus bersemangat untuk belajar. Karena faktor keinginan yang kuat juga mempengaruhi hasil belajar kita.


SCHOOL BASED MANAJEMENT
MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH
(MBS)

Manajemen Berbasis Sekolah merupakan sistem yang sangat bagus digunakan untuk membantu sekolah menuju kemandirian. Karena dalam sistem ini sekolah dan masyarakat lebih bertanggung jawab dalam pelaksanaan pendidikan, lebih banyak dana diserahkan untuk dikelola disekolah, dan pengambilan keputusan lebih banyak dilakukan oleh sekolah sendiri sehingga bisa diibaratkan seperti sekolah swasta.
Ciri-ciri dari MBS ini ada 3 macam yaitu:
1. Akuntabilitas
2. Penerapan sistem PAKEM (Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan)
3. Partisipasi Masyarakat.
Setelah kita melihat video tentang School Based Manajement, terlihat bagaimana MBS itu terlaksana dan bagaimana hasilnya.
Anak-anak sangat menikmati belajar, karena diterapkannya sistem PAKEM. Dalam pembelajaran siswa diajarkan sopan santun, contohnya: dengan mengucapkan salam ketika gurunya masuk.
Siswa menjadi lebih berani untuk berbicara, mengeluarkan pendapat di depan kelas. Tidak perlu malu-malu lagi dan tidak takut salah. Dalam pembelajaranpun diterapkan sistem diskusi.
Siswa menjadi lebih gemar belajar karena mereka merasakan belajar itu menyenangkan. Dengan PAKEM ini siswa menjadi lebih mudah mengerti dan memahami pelajaran.
Ruangan kelaspun ditata dengan rapi dan dipenuhi oleh hasil-hasil pekerjaan siswa sebagai penghargaan bagi mereka. Tidak ada lagi dinding kelas yang kosong, semua dipenuhi dengan kertas. Mereka jadi lebih semangat belajar karena hasil belajar mereka dihargai.
MBS ini juga membawa langsung siswa kedalam dunia nyata. Seperti ketika siswa belajar tentang mobil. Sebelum MBS mobil hanya digambarkan saja di papan tulis, tapi dalam MBS siswa memang dibawa betul-betul ke lapangan dan guru menjelaskan tentang mobil dengan nyata.
Rasa memiliki akan sekolah sangat dipupuk sekali. Terbukti tidak hanya siswa yang mencintai sekolahnya tapi juga masyarakat. Masyarakat juga ikut berperan dalam pengembangan sekolah. Ketika dana sekolah tidak cukup untuk membuat fasilitas untuk siswa, disanalah masyarakat datang ikut membantu sehingga fasilitas sekolah dan bakat siswa bisa ditampung dengan baik. Masyarakat ikut bergotong royong di sekolah bersama stakeholders yang lainnya. Hal ini membuktikan masyarakat juga harus ikut berperan demi kemajuan pendidikan anak-anak mereka.


UNICEF INDONESIA


UNICEF adalah salah satu organisasi PBB yang menangani masalah anak.
Mereka sedang meneliti bagaimana keadaan pendidiikan anak-anak di Indonesia
Menurut penulis, anak-anak Indonesia sangat berminat sekali dalam belajar, dan juga tergolong kepada siswa-siswa yang pintar. Terlihat dari jawaban mereka yang menunjukkan bahwa mereka beminat dalam dunia pendidikan, mereka sangat ingin sekolah, mereka ingin cerdas dan sukses menggapai cita-cita dan memajukan bangsa tentunya.
UNICEF melihat bahwa dengan adanya keterbatasan fasilitas sekolah di Indonesia sedikit mengambat proses pembelajaran siswa. Buktinya setelah sistem pembelajaran menggunakan alat peraga murid jadi lebih suka dan memahami tentang pelajaran itu dan bisa berinovasi dengan pelajaran itu. Mereka bisa merasakan bahwa pelajaran itu mudah bila kita belajar dengan giat didukung dengan faslitas yang memadai.
Mudah-mudahan pendidikan di Indonesia terus berbenah diri untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya. Karena pendidikan untuk generasi muda sekarang ini akan menentukan bagaimana nasib Negara kita kelak. Tidak hanya pemerintah yang mengusahakan ini, tapi seluruh elemen masyarakat hendaklah ikut berperan dalam pendidikan Negara kita ini.

Senin, 09 Agustus 2010

THE POWER OF DREAMS


AKhirnya bsa posting ini juga. (agak telat sii, maaf )

Ketika Bapak Danang Ambar Prabowo itu masuk dan mulai menyajikan materi, itu hal yang paling penting dalam acara itu.(ya iyalah he). Dimulai dengan menyajikan kepada kami video- video yang motivasi.

Seperti vdeonya Nick, seorang pria yang kaki dan tangannya cacat bisa berprestasi bagus.Lalu seorang gadis tuli yang suka akan biola dan dia ingin memainkannya. Namun dia tidak mendapat dukungan orang tuanya. Tapi dia tetap berusaha karena dia ingin dan itu adalah impiannya. Dia berusaha dengan sekuat tenaga. Mencoba untuk membuktikan orang tuli bisa memainkan biola. Dengan usahanya yang begitu keras, akhirnya di sebuah konser, ia bisa memainkan biola tersebut dengan indah, karena permainannya itu berasal dari perasaannya. Dia mengalunkan bunyi biola nan merdu dari perasaannya.Bahkan lebih baik dari orang yang bisa mendengar sekalipun.

Luar biasa!! Jika orang-orang yang lemah (cacat ) saja bisa dan mempunyai keinginan yang begitu kuat serta tidak mudah menyerah apalagi kita, yang alhamdulillah diberi kelengkapan jasmani oleh Allah swt. Kita harus mencoba untuk bisa membuat lebih dari mereka. Tapi terkadang, orang yang sempurna jasmaninya tidak menyadari nikmat Allah yang diberikan kepadanya. Kita menyia-nyiakannya. Kita tidak sadar akan apa yang kita miliki. Oleh karena itu seharusnya kita senantiasa bersyukur kepada Allah swt dengan cara memanfaatkan semua kelengkapan yang ada pada diri kita untuk sesuatu yang baik. Serta berusaha untuk membuat sesuatu yang besar dalam hidup kita sehingga kita tidak termasuk orang yang merugi..

Jal-hal lain yang kutangkap dari trainer motivasi kemaren adalah


Kita tidak harus membuat sesuatu yang baru untuk bisa menjadi sukses, tapi kita bisa melakukan hal yang sama tapi caranya yang berbeda. Kemaren dicontohkan Bruce Lee. Bruce Lee bermain tennis meja dengan seseorang tapi Bruce Lee tidak menggunakan bed seperti halnya lawan mainnya, dia menggunakan dua buah tongkat stick, disana ia menunjukkan kebolehannya dalam mempraktekkan ilmu kungfu yang dikuasainya. Pertama ia hanya melawan satu orang namun selanjutnya ganda, tapi dia tetap bisa mengalahkan dua orang itu.


Dalam hal menyikapi masalah. Ketika kita dihadapi dalam suatu permasalahan jangan focus / berlarut-larut dalam permasalahan tapi fokuslah terhadap solusi atau penyelesainnya. Saat itu saya sadar, saya sering seperti itu, ketika saya menghadapi suatu masalah saya malah berlarut-larut dalam permasalahan itu. Contohnya, ketika saya mendapatkan hasil yang kurang bagus dalam pendidikan, saya malah bermenung dan patah semangat, tidak langsung focus untuk memperbaiki yang akan datang. Contoh yang lain adalah, jika kita dilanda kesulitan ekonomi atau tidak punya uang, kita jangan hanya berdiam diri dirumah karena tidak ada uang, tapi berusaha bagaimana caranya supaya kita bisa punya uang, dengan cara baik tentunya.


Bermimpi bukanlah sesuatu hal yang dilarang. Jangan pernah takut bermimpi, karena mimpi merupakan keinginan kita yang harus dicapai. Kita harus berusaha sekuat tenaga dan semaksimal mungkin agar mimpi itu tercapai. Kita bermimpi dengan tujuan agar menjadi kenyatan bukan sekedar mimpi yang hanya diingat. Jadi untuk mempermudah pencapaian mimpi-mimpi kita, tuliskan dalam selembar kertas. Dengan kita menuliskannya lalu kita tempel ditempat dimana kita bisa selalu melihatnya, bisa menjadi sugesti bagi kita mewujudkan mimpi tersebut.


SEMANGAAAAAttttt!!!!!!!!!!!!!

Sabtu, 07 Agustus 2010

Tiba-Tiba Teringat

Tadi pagi aku ada kuliah jam kedua masuknya jam 09.00
Sebelumnya sekitar jam 7 teman aku yang dari sumbar ngajak aku jalan. Trus aku mau..
Aku ajak dia ke kampus.

Ternyata pas sampe kampus, aku telat, orang-orang pada masuk semua. Aku lihat jam masih jam 08.55. Aneh kan, dan parahnya lagi hari itu aku persentasi,,,, aku datang. Ga kebayang tadi rasanya. (ADuh Pak, kok Bapak cepat kali si mulainya, ga bilang lagi )). Jadi sedih dan kepikiran. Tapi ya mau gimana lagi, semua ada hikmahnya, mungkin itu memang takdir aku.

Aku keluar jam 10 dan aku temui teman aku. Lalu dia ku ajak deh keliling.

Aku jadi teringat masa-masa SMA
Ada beberapa foto aku dan teman-teman aku menggila saat jam olahraga. (Sore thu)
Ni waktu habis ambil nilai basket, trus ngumpul-ngumpul. Pertama yang foto-foto cuma berdua, eh malah nimbrung semua,,, jadi deh foto kami ,,,,, manis kan !!!!(wek,, aku narsis, maap ya). Yang dibawah ini juga
Nah, kalau yang ini kami pergi jalan-jalan perpisahan kelas III, kami keliling sumbar (haha padahal kami orang sumbar,, jalan-jalannya keliling sumbar juga, tapi ga apa-apa lah, sumbar emang ga pernah ngebosenin bagiku, apalagi sama teman-teman). Kami ini lagi di Puncak Lawang dekat danau Maninjau.

Nah ini Momon n Tisa,, aku unggah gambar mereka, karena fotonya kelihatan danau Maninjau dari Puncak Lawang. Yang Pake jilbab hitam itu, temen yang tadi aku ketemu, dia Mahasiswa UNP Jurusan English, dan yang satunya lgi di STIP Jakarta.

Jadi ga sabar reunian!!!!!





Rabu, 07 Juli 2010

POstingan Perdana : Perkenalan

Assalamualaikum.....

Salam kenal semua,................

Saya zahratul amri.......

ini blog pertama dan postingan pertama saya....

saya tertarik membuat blog, karena saya ingin mencoba sesautu yang baru dan ingin menulis......
ingin menambah wawasan pengetahuan dan teman tentunya,,,,,,,,,

Saya memutuskan untuk membuat blog ini karena keinginan dan kesepian yang sedikit saya alami......wekkk lebaaayyyyyy.....

intinya saya ingin berbagi dan memperluas wawasan saya.....

mohon bantuannya.......

salam kenal......